Assalamu'alikum warahmatullah . . .Dah lama tak jumpa...tak memposting artikel. Last update, 4 months ago...lama juga ya? Oks sekarang sudah mulai lagi saya memposting artikel. Giliran memposting kembali judulnya Nonton KCB 2 (walaupun agak telat sebetulnya, coz premiernya 17 September kemaren), trus KCB 1? Hm...Sebetulnya, waktu itu dah mau mulai posting artikel tentang KCB 1, tapi hanya berupa draft saja, ga di publish karena memang belum selesai, hehe...
Oks...sekarang saya sedikit bercerita perjalanan saya menonton film KCB 2…
Seperti biasa en seperti nonton KCB (Ketika Cinta Bertasbih, karya Habiburrahman El Shirazy) yang pertama juga, saya nonton berdua sama patner saya...temen kuliah (perempuan tentunya~_^). Kalo ke Bandung suka janjian nya sama dia, namanya Nani Nurdianti, panggilannya Iyank. Kita janjian di salah satu mall di Bandung. Saya pergi ke Bandung nya sendiri naek angkutan umum dari arah Subang (elf…). Temen saya dah nyampe duluan, dia mesen tiket 2. Perut laper keroncongan ketika masih di elf…kita janjian makan dulu disekitar mall tersebut karena waktu untuk menonton sekitar satu jam lagi. Lapernya sudah terisi, Alhamdulillah… hm…nikmatnya, giliran filmnya mau dimulai, jadi penasaran. Jreng…bioskop dibuka, kita masuk dan yang lain juga.
Jika sebelumnya KCB 1, setting tempatnya di Mesir, maka untuk KCB 2 ini keseluruhan setting tempatnya di Indonesia. KCB 2 dimulai dari kedatangan Azam ke Indonesia. Haru biru kedatangan Azam yang disambut oleh adik-adiknya dan tentu saja ibunya tercinta. Lulus kuliah di Mesir, Azam belum juga dapat kerja dan mulai mencoba berbagai usaha. Hingga akhirnya melanjutkan usaha yg dirintis selama di Mesir, jual Bakso dengan inovasi baru…mereknya Bakso Cinta. Tak lama Anna di Indonesia, akhirnya Anna menikah dengan Furqon. Cerita dilanjut dengan usaha Azam mencari jodoh (lebih tepatnya menjemput mungkin) yang hingga kesekian kalinya gagal terus. Yang pertama karena alasan tradisi jawa, yang kedua karena terlambat, yang ketiga karena Azam kecelakaan motor bersama ibunya (ibunya langsung meninggal) hingga menyebabkan Azam cacat sementara. Untuk yang ketiga ini, namanya dokter Vivi sudah dalam tahap lamaran dan tinggal menghitung hari akad nikah berlangsung. Sebetulnya, dokter Vivi sendiri rela dan setia untuk menunggu kesembuhan Azam dan menunda pernikahannya. Tapi akhirnya gagal juga karena ibunya dokter Vivi sudah menerima lamaran dari laki-laki lain untuk dokter Vivi. Hingga akhirnya jodohnya pun datang, subhanallah ternyata kalau sudah jodoh ga akan kemana, akhirnya…berjodoh juga dengan Anna. Wanita yang pernah di lamar Azam di Mesir, tapi ditolak oleh pamannya, karena sudah dilamar Furqon.
Saya merasa puas menonton KCB 2 ini, dan setuju juga bahwa KCB 2 lebih menarik dari sebelumnya. Saya mengikuti ceritanya dari awal hingga akhir. Sedih, bahagia, nangis, tawa, senyum…menjadi warna dalam menonton KCB2 ini. Beberapa adegan membuat saya sedih, temen saya juga nangis, nangis Bombay (kata Ust.saya). terutama ketika ibu Azam meninggal dalam kecelakaan. Pikiran bawah sadar saya membayangkan bahwa itu ibu saya. Ketika dibungkus dengan kain kafan dan disholatkan. Saya seolah-olah ada disana, persis ketika saya men-sholati ibu saya ketika ibu saya meninggal. Nangis deh…:(
Keseluruhan cerita di film ini, persis dengan yang di novel…dialog-dialognya juga. Meskipun sebetulnya ada beberapa cerita dinovel yang dihilangkan, tanpa mengurangi isi dan maksud yang disampaikan sutradara. Seperti, dinovel ada pemeran zumroh(teman Husna), kalau tidak salah namanya itu, lupa lagi sih, hehe.. Zumroh dengan masalahnya yang begitu rumit juga menegangkan. Hm…saya memahaminya karena tidak mungkin durasi waktu film tayang di Bioskop yang kira2 sekitar lebih kurang 2 jam, bisa memaparkan semua cerita yang ada di novel. Tapi, secara keseluruhan film ini bagus dech…sama seperti novelnya, tidak mengecewakan seperti film AAC yang agak melenceng dari novel. Padahal novelnya bagus bangeettt.
Itulah sedikit cerita nonton KCB 2…saya dan temen pun keluar dari Bioskop, dilanjut ke BEC beli perlengkapan buat 'soulmate' saya (Laptop, hehe). Saatnya pulang, temen saya dah duluan naik angkot tujuan akhirnya Purwakarta, ia tinggal disana. Dari BEC, saya lalu nyebrang…mampir dulu ke Gramedia, ngeceng2 buku…akirnya dapet juga 3 buku tentang komputer (pemrograman dan internet). Saya keasyikan di Gramedia, ga mungkin langsung pulang ke Subang, takut ga ada elf yg ke Subang…akhirnya diputuskan nginep di rumah temen kuliah di daerah sekitar DU. Paginya jalan-jalan di Gasibu… Hm…saya dapet sesuatu buat jagoan kecilku, cucuku tersayang Buat oleh-oleh kalo pulang nanti. Setelah itu…meluncurlah untuk kembali ke Asyifa.



5 comments:
ya,,kamu mah kumaha, cenah mau barengan,, hemm,,ane kan jadi gak punya patner.. hemm..kumaha!! sungguh teganya 7X..hehe,, megi z kale,,ok dech ane trut bahagia klo dirimu dah nonton..hehe..
ah ceu... dirimu ini review film apa retell cerita sih? hihi...
ari ceritana mah atuh da aya di novel kuring ge tos wareg maca deuih :D
oh ya cerita ttg ke BaNuuung na dipisahkeun we atuh. Jadi asa loba carita kieu, teu Pokus hehehe
@ Dianz : Intinamah...jalan2, nonton, beli ini itu alias balanjaaa... Kan dirimu tau,,, kalo saya ka Banuuun harus banyak alasan pergi, hehehe....
@Nays : Punten Sayy,,, ngadadak perginya;)
Poskan Komentar