Pernahkah kita di tegur? Apakah sama dengan Kritikan? Apa perasaan kita bila mendapat teguran? Jika kondisi hati kita tidak siap, mungkin kita merasa sebel, gondok, marah, sakit hati…de el el…bermacam-macam perasaan bila kita ditegur (pengalaman pribadi….?).
Judul tersebut, saya ambil dari artikel di situs dakwatuna.com. Intinya bagaimana sikap kita bila mendapat teguran, yg diantaranya :
- Anggaplah teguran sebagai hadiah Rabbaniyah
- Anggaplah teguran sebagai ungkapan sayang
- Anggaplah teguran sebagai guru lapangan
- Anggaplah teguran sebagai cermin memperindah diri
Subhanallah….sungguh indah ternyata hikmah dibalik teguran tersebut kalau kita menyadarinya. Pernah saya ditegur, saya merasa sakit hati,
marah pada orang yg menegur, sebel (seneng betul?). setelah beberapa waktu…ternyata perasaan itu berubah, yang ada hanya terima kasih karena telah menegur. Artinya, teguran tersebut membawa pada kebaikan pada saya.
Beberapa orang mungkin menegur secara tidak langsung, bisa berupa sindiran atau dengan kata-kata yg telah dimodifikasi dan kita merasa itu bukan teguran. Memerlukan beberapa waktu untuk memahami bahwa itu adalah teguran (Pengalaman pribadi juga ya?). Ternyata, walaupun teguran tersebut secara tidak langsung, hati kita pun mungkin tersimpan sakit hati juga (kita…? Saya kalee…). Saya hanya bisa berterima kasih kepada siapapun yg menegur (walaupun belakangan ya…), asalkan menegur dengan cara-cara yg ahsan. Bukankah Rasulullah juga menegur dengan cara yg ahsan??
Betapa diri ini hina, bodoh (jangan keterusan ya…)…. Tiada kesalahan pun yg luput dari kita. Alangkah beruntunglah…bila teman, sahabat disamping kita adalah orang yg senantiasa menasehati, menegur ketika kita berbuat salah, khilaf ataupun dosa.
Kepada teman-teman…dimanapun kalian berada,,, tuntunlah temanmu ini pada kebaikan, jangan biarkan mengluangi kesalahan yang sama.
Judul tersebut, saya ambil dari artikel di situs dakwatuna.com. Intinya bagaimana sikap kita bila mendapat teguran, yg diantaranya :
- Anggaplah teguran sebagai hadiah Rabbaniyah
- Anggaplah teguran sebagai ungkapan sayang
- Anggaplah teguran sebagai guru lapangan
- Anggaplah teguran sebagai cermin memperindah diri
Subhanallah….sungguh indah ternyata hikmah dibalik teguran tersebut kalau kita menyadarinya. Pernah saya ditegur, saya merasa sakit hati,
marah pada orang yg menegur, sebel (seneng betul?). setelah beberapa waktu…ternyata perasaan itu berubah, yang ada hanya terima kasih karena telah menegur. Artinya, teguran tersebut membawa pada kebaikan pada saya.
Beberapa orang mungkin menegur secara tidak langsung, bisa berupa sindiran atau dengan kata-kata yg telah dimodifikasi dan kita merasa itu bukan teguran. Memerlukan beberapa waktu untuk memahami bahwa itu adalah teguran (Pengalaman pribadi juga ya?). Ternyata, walaupun teguran tersebut secara tidak langsung, hati kita pun mungkin tersimpan sakit hati juga (kita…? Saya kalee…). Saya hanya bisa berterima kasih kepada siapapun yg menegur (walaupun belakangan ya…), asalkan menegur dengan cara-cara yg ahsan. Bukankah Rasulullah juga menegur dengan cara yg ahsan??
Betapa diri ini hina, bodoh (jangan keterusan ya…)…. Tiada kesalahan pun yg luput dari kita. Alangkah beruntunglah…bila teman, sahabat disamping kita adalah orang yg senantiasa menasehati, menegur ketika kita berbuat salah, khilaf ataupun dosa.
Kepada teman-teman…dimanapun kalian berada,,, tuntunlah temanmu ini pada kebaikan, jangan biarkan mengluangi kesalahan yang sama.



3 comments:
Assalamu'alaikum...
Senang bisa silaturahmi...
Hmmh...alumni smansa bkn?
Semoga bisa lebih akrab lagi...
Wslm...
Iya alumni SMANSA '03. Terima kasih dah berkunjung di blog yg sederhana ini.
Salam silaturahim....ya...??
subhanalloh..
luar biasa ya, telaga teguran itu,,
teh, jangan sungkan2 tegur ane juga ya.. :)
Poskan Komentar